Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

20 December 2008

IBU, Aku Sayang Kamu....


Sepertinya kita jarang ya sengaja merenung khusus buat ibu, orang yang telah melahirkan dan memberikan 100% sayangnya selama kita hidup dan bertumbuh. Nah, pada desember 2008 ini saya teringat akan moment tgl 22 ini sebagai HARI IBU. trus aku browsing internet untuk cari "sesuatu" yang bagus yang bisa membantu saya buat meletakkan hati dan pikiran kita pada sosok IBU. Langsung saja tak copy paste ya. Semoga bermanfaat.



Tuhan menciptakan pria, lalu mengamatinya dengan seksama, memandanginya secara menyeluruh, dan berkata: "Aku bisa melakukan yang lebih baik daripada ini". Kemudian, Ia pun menciptakan perempuan.

Kini giliran diciptakan para wanita.
Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut:
"Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?"
dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?"

1. Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi bukan dari plastik.
2. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai.
3. Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya.
4. Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya.
5. Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya.
6. Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
7. Enam pasang tangan!!
Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya "Enam pasang tangan....?"
"Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan.
8. Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang modelnya?"
Malaikat semakin heran.
Tuhan mengangguk-angguk.
Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya:
"Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya.
"Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh".
Artinya..., ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan pasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya.
Mata itu harus bisa bicara!
Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu".
Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.
9. Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10. Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging.
11. Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi.

Akhirnya Malaikat membalik-balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
"Terlalu lunak", katanya memberi komentar.
"Tapi kuat" kata Tuhan bersemangat.
"Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita."
"Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi.
"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, idea dan berkompromi" , kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di pipi, "Eh, ada kebocoran di sini"
" Itu bukan kebocoran", kata Tuhan.
"Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata...., air mata...."
"Tuhan memang ahlinya...." , akhirnya Malaikat berkata pelan

Baca Selengkapnya

07 July 2008

DILARANG MENUDING

Ketika kita sekolah dulu, kita pernah dapet nilai jelek kan? dan kalo berkilah pasti guru yang jadi sasaran. "wong gurunya ga bisa ngajar kok.... bahasanya susah dimengerti....", dsb. pun kalo kita ga lulus ujian PTN, "kelasya berisik, kotor, ganggu konsentrasiku..." Atau kalo kita telat kasih laporan ke bos... "komputernya error terus, Pak".

Itu hanya sedikit gambaran yang mungkin saja akan kita lakukan.

Begitu juga dalam rumah tangga. Soal tuding menuding ini nampaknya sudah lumrah terjadi. Ketika Anak kesayangan pulang sambil mewek dan "ngakunya" dipukul teman bermainnya, sang ibu pun mencak-mencak dengan sejuta makian tanpa mau tahu siapa yang salah, dan siapa yang memulai.

Bahkan sepertinya, kehancuran mahligai rumah tangga pun tak jarang memunculkan orang ketiga sebagai kambing hitamnya. Padahal bisa jadi lho, berbagai kekurangan yang terlupa kita tutupi selama bertahun-tahun berumah tangga lah yang sebenarnya menjadi penyebab utama.

Dalam kerja tim pun kita semua sering berlaku demikian. Agar terhindar dari penilaian yang tak sedap atas prestasi kerja kita, maka partner kerja pun dijadikan alasan kegagalan dalam laporan kepada atasan. Kita semua lupa, bahwa kesuksesan maupun kegagalan kerja tim, yang dinilai adalah tim itu sendiri, bukan individunya.iya to? team work katanya. Kegagalan anggota tim, pasti ada andil pimpinan tim yang menyebabkannya. Dan siapa pun yang menjadi pimpinan tim, harus siap menanggung resiko lebih besar. Bukankah pimpinan tim juga mendapatkan keuntungan lebih besar dari keberhasilan yang dicapai?

Hidup tanpa menyalahkan atau menuding orang lain di balik kegagalan yang terjadi semestinya dibiasakan. Sejak detik ini, dan mulai dari diri sendiri. Jika kita mampu menerapkannya dalam diri, barulah mengajak anggota keluarga yang lain untuk memulainya. Terus berlanjut ke lingkungan sekitarnya untuk menularkan kebiasaan ini. Duh, indahnya membayangkan sebuah kampung yang berisi orang-orang yang mau berunjuk diri, dan berani mengakui kesalahan tanpa menuding orang lain. Nikmatnya hidup di sebuah negeri yang masyarakatnya berani berdiri paling depan untuk bertanggungjawab atas kegagalan, kekeliruan, dan kealpaan yang terjadi. Tentu teramat bahagia jika kita sendiri yang mau memulainya; hidup tanpa menuding. Pasti bisa.

Salam buat fans Forum Pemuda GKSBS...... I Love You very much......!!!!

Baca Selengkapnya

21 February 2008

Damai dalam Setiap Langkah



Di Bali ada cerita tentang seorang anak yang pintar, cerdas, dan
ganteng bernama Nyoman. Ia disayangi orang. Bosan dengan semua ini,
ia pergi ke hutan menemui penyihir. Dan Nyoman diberi seruling waktu
yang hanya bisa diputar ke depan. Mulailah ia bereksperimen.

Pertama-tama seruling itu diputar ke masa remaja. Bosan, lalu
diputar ke masa tua. Ia melihat seorang ayah dengan istrinya yang
menua. Ini lebih membosankan. Ia putar ke masa lebih tua lagi. Di
sini baru timbul penyesalan. Ada banyak momen kekinian yang lupa
dinikmati. Masa kanak-kanak yang penuh tawa, masa remaja yang penuh
persahabatan, masa kuliah yang penuh perdebatan. Nyoman pergi ke
hutan, menangis, dan minta penyihir untuk mengembalikan hidupnya.

Kalau boleh jujur, setengah lebih manusia berperilaku seperti
Nyoman, buru-buru ke masa depan. Sesampai di sana, baru menyesal ada
banyak masa kini yang sudah jadi masa lalu dan lupa dinikmati.
Manusia cerdas dan keras sekali menyiapkan diri menyongsong masa
depan, tetapi sering gagal menikmati dan mensyukurinya. Dalam bahasa
kawan yang suka mengeluh, dulu tidak bisa makan enak karena tidak
punya uang. Kini tidak bisa makan enak karena keburu stroke.

Bangsa ini serupa. Pengap dengan Orde Lama, lalu ditumbangkan.
Datang Orde Baru yang nikmatnya sebentar dan harus ditumbangkan
diganti Orde Reformasi. Ada tanda-tanda kuat, ini pun sudah membawa
kebosanan banyak orang.

Peradaban manusia setali tiga uang. Bergerak dari satu kebosanan ke
kebosanan lain: perang dunia pertama, perang dunia kedua, perang
dingin antara dua negeri adikuasa, hantaman bom teroris.

Hari ini sebagai hadiah

Mungkin karena lelah dengan kehidupan yang terus berkejaran ke masa
depan, banyak guru meditasi mengajari muridnya berpelukan dengan
masa kini. Tanpa perlu menunggu dengan syarat berat dan sulit,
dengan badan sekarang, umur sekarang, kekayaan materi sekarang
belajarlah memeluk semuanya dengan senyuman dan persahabatan.

Sebagaimana telah dibuktikan, lebih mudah menemukan kesehatan dan
kebahagiaan dengan senyuman dan persahabatan dibanding dengan
kemarahan dan kebencian. Maka, tidak sedikit penulis (contoh Spencer
Johnson dalam buku The Present) menyimpulkan bahwa hari ini sama
dengan the present (hadiah).

Suami, istri, anak-anak, orang tua, rumah, pekerjaan, kesehatan
sekarang memang tidak sempurna, tetapi semuanya perlu disyukuri.
Sebagai rumah banyak manusia, Indonesia juga tidak sempurna, tetapi
menyisakan banyak hal yang layak disyukuri. Dari matahari terbit dan
terbenam, membawa keindahan; dengan pendapatan sedang, bisa menggaji
pembantu lebih dari seorang, godaan bencana sering membukakan bukti
bahwa manusia Indonesia masih peduli dan punya hati.

Ada sahabat yang berfantasi seperti ini. Andaikan kita tersesat di
luar angkasa, mimpi terindah yang ingin segera terwujud adalah
melangkahkan kaki di planet bumi ini. Politik Pakistan boleh
bergelora, Timur Tengah boleh bergolak, tetapi di bumi ini masih
tersedia berlimpah hal yang layak disyukuri.

Pernapasan adalah keindahan

Pertanyaannya, mengapa susah menikmati masa kini? Ibarat rumah,
tubuh manusia berisi banyak jendela terbuka. Mata, telinga, mulut,
hidung, pikiran, keinginan, perasaan tiap hari terbuka tanpa dijaga
dan membiarkannya menonton acara-acara menakutkan di televisi,
mendengarkan dialog penuh kekerasan di radio. Jadilah kehidupan
seperti rumah berantakan.

Dengan pemahaman mendalam, banyak orang menjaga jendela kehidupannya
dengan penjaga yang bernama kesadaran dan kewaspadaan. Mengaktifkan
penjaga ini amat sederhana, murah meriah. Hanya dengan memerhatikan
napas. Bagi siapa pun, yang perjalanan meditasinya sudah jauh, akan
tahu saat manusia rajin memerhatikan napas, tidak saja penjaga
bernama kesadaran dan kewaspadaan mulai bekerja, tetapi juga
menemukan ada yang indah dalam bernapas penuh kesadaran: berpelukan
dengan masa kini yang abadi.

Masa lalu telah berlalu, masa depan belum datang, keduanya tidak
dalam genggaman. Satu-satunya waktu kehidupan yang menyediakan diri
untuk bisa dipeluk adalah masa kini. Untuk memeluknya, ia
sesederhana tersenyum, lihat, nikmati, syukuri udara masuk dan
keluar melalui lubang hidung.

Akan lebih mudah melakukannya jika seseorang sudah bisa
semengagumkan Jalalludin Rumi: all are sent as guides from the
beyond. Semua yang terjadi membawa bimbingan-bimbingan dan tuntunan-
tuntunan.

Sukses indah, gagal juga indah. Bukankah kegagalan memberi tahu
batas-batas kemampuan diri? Disebut suci baik, disebut munafik juga
baik. Bukankah sebutan munafik membuat kita jadi rendah hati?
Semuanya menyediakan tuntunan-tuntunan.

Bila begini cara memandangnya, menyatu dengan masa kini yang abadi
bisa dilakukan dengan lebih mudah sekaligus indah. Ketenangan
membuat semuanya lebih menawan.

Ini tidak hanya bisa dilakukan di ruang meditasi. Dari membuka mata
di pagi hari, menyatu dengan air dari wastafel, tersenyum pada
kemacetan, memimpin rapat, pulang memeluk pipi orang rumah. Inilah
yang disebut damai dalam setiap langkah.

Dalam bahasa Dalai Lama, transformasi kedamaian dunia melalui
kedamaian diri memang sulit, tetapi itu satu-satunya cara. Maka,
perlu melengkapi keindahan pernapasan dengan kesadaran dalam setiap
kontak. Saat mata mengalami kontak (misalnya melihat orang
menjengkelkan) , ia menimbulkan perasaan tertentu. Latihannya,
perasaan ini bersahabat dengan kewaspadaan atau bersahabat dengan
kebodohan.

Diterangi kesadaran dan kewaspadaan, tiap langkah menjadi langkah
kedamaian sekaligus langkah kesucian. Thich Nhat Hanh tak memiliki
saingan dalam hal ini. Dalam sejumlah karyanya (dari Present moment
wonderful moment sampai Peace is every step), ia senantiasa
menggarisbawahi pentingnya kedamaian saat ini. Di mana pun penulis
akan terdiam sebentar, menarik napas, terhubung dengan kekinian
setiap mendengar bunyi bel. Di ruang meditasinya di desa Plum
Perancis, ia menulis "bernapaslah, engkau masih hidup!"

Sumber: Damai dalam Setiap Langkah oleh Gede Prama, Bekerja di
Jakarta, Tinggal di Perbukitan Desa Tajun, Bali Utara

Baca Selengkapnya

11 January 2008



Cerita ini adalah "kisah nyata" yang pernah terjadi di Amerika.

Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain.

Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya
tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman.

Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit.
Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari- jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal.Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, "Papa, aku minta maaf tentang trukmu." Kemudian, ia bertanya, "tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?"
Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas!
Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai.

Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.

Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya. Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.

Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan ada waktu untuk mencintainya waktu tidak dapat kembali....

hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di
backward dan Forward..... ..
HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja....


jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak....... ..

yang menjadi sebuah inti hidup adalah "HATI"

hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih.....
CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita yang
sesungguhnya. ........

Baca Selengkapnya

01 September 2007

REFLEKSI : PATUNG YESUS DI EROPA


Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung
Yesus Kristus yang
disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia
pada umumnya. Karena
segala permohonan pasti bisa dikabulkan-Nya, maka
orang berbondong-bondong
datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan
menyembah,hampir
dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti
pasar.

Di dalam gereja itu ada seorang penjaga pintu, melihat
Yesus yang setiap
hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi
begitu banyak permintaan
orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap
bisa ikut memikul
beban penderitaan Yesus Kristus. Pada suatu hari, sang
penjaga pintu pun
berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus.


Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang
mengatakan, "Baiklah! Aku
akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu,
dan kamu yang naik di
atas salib itu, namun apapun yang kau dengar,
janganlah mengucapkan sepatah
kata pun." Si penjaga pintu merasa permintaan itu
sangat mudah.


Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas,
menjulurkan sepasang
lengannya seperti Yesus yang dipaku diatas kayu salib.
Karena itu
orang-orang yang datang bersujud, tidak menaruh curiga
sedikit pun. Si
penjaga pintu itu berperan sesuai perjanjian
sebelumnya, yaitu diam saja
tidak boleh berbicara sambil mendengarkan isi hati
orang-orang yang datang.


Orang yang datang tiada habisnya, permintaan mereka
pun ada yang rasional
dan ada juga yang tidak rasional, banyak sekali
permintaan yang aneh-aneh.
Namun, demikian, si penjaga pintu itu tetap bertahan
untuk tidak bicara,
karena harus menepati janji sebelumnya.


Pada suatu hari datanglah seorang saudagar kaya,
setelah saudagar itu
selesai berdoa, ternyata kantung uangnya tertinggal.
Ia melihatnya dan
ingin sekali memanggil saudagar itu kembali, namun
terpaksa menahan diri
untuk tidak ber bicara. Selanjutnya datanglah seorang
miskin yang sudah 3
hari tidak makan, ia berdoa kepada Yesus agar dapat
menolongnya melewati
kesulitan hidup ini. Ketika hendak pulang ia menemukan
kantung uang yang
ditinggalkan oleh saudagar tadi, dan begitu dibuka,
ternyata isinya uang
dalam jumlah besar. Orang miskin itu pun kegirangan
bukan main, "Yesus
benar-benar baik, semua permintaanku dikabulkan!"
dengan amat bersyukur ia
lalu pergi.


Diatas kayu salib, "Yesus" ingin sekali
memberitahunya, bahwa itu bukan
miliknya. Namun karena sudah ada perjanjian, maka ia
tetap menahan diri
untuk tidak berbicara. Berikutnya, datanglah seorang
pemuda yang akan
berlayar ke tempat yang jauh. Ia datang memohon agar
Yesus memberkati
keselamatannya. Saat hendak meninggalkan gereja,
saudagar kaya itu
menerjang masuk dan langsung mencengkram kerah baju si
pemuda, dan memaksa
si pemuda itu mengembalikan uangnya. Si pemuda itu
tidak mengerti keadaan
yang sebenarnya, lalu keduanya saling bertengkar.


Di saat demikian, tiba-tiba dari atas kayu salib
"Yesus" akhirnya angkat
bicara. Setelah semua masalahnya jelas, saudagar kaya
itu pun kemudian
pergi mencari orang miskin itu, dan si pemuda yang
akan berlayar pun
bereggas pergi, karena khawatir akan ketinggalan
kapal.

Yesus yang asli kemudian muncul, menunjuk ke arah kayu
salib itu sambil
berkata, "TURUNLAH KAMU! Kamu tidak layak berada
disana." Penjaga itu
berkata, "Aku telah mengatakan yang sebenarnya, dan
menjernihkan persoalan
serta memberikan keadilan, apakah salahku?"


"Kamu itu tahu apa?", kata Yesus. "Saudagar kaya itu
sama sekali tidak
kekurangan uang, uang di dalam kantung bermaksud untuk
dihambur-hamburkannya. Namun bagi orang miskin, uang
itu dapat memecahkan
masalah dalam kehidupannya sekeluarga. Yang paling
kasihan adalah pemuda
itu. Jika saudagar itu terus bertengkar dengan si
pemuda sampai ia
ketinggalan ka pal, maka si pemuda itu mungkin tidak
akan kehilangan
nyawanya. Tapi sekarang kapal yang ditumpanginya
sedang tenggelam di tengah
laut."


Ini kedengarannya seperti sebuah anekdot yang
menggelikan, namun dibalik
itu terkandung sebuah rahasia kehidupan...


Kita seringkali menganggap apa yang kita lakukan
adalah yang paling baik,
namun kenyataannya kadang justru bertentangan. Itu
terjadi karena kita
tidak mengetahui hubungan sebab-akibat dalam kehidupan
ini.


Kita harus percaya bahwa semua yang kita alami saat
ini, baik itu
keberuntungan maupun kemalangan, semuanya merupakan
hasil pengaturan yang
terbaik dari Tuhan buat kita, dengan begitu kita baru
bisa bersyukur dalam
keberuntungan dan kemalangan dan tetap bersuka cita.


Sebab kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja
dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan buat kita.
(Roma 8:28)


Tetap Semangat
Gbu

Baca Selengkapnya

24 July 2007

Tuhan Besertamu

JiKa KaMu MeRaSa LeLaH DaN TaK BeRdaYa
DaN uSaHa YanG SePeRtinYa Sia-Sia..

Tuhan tahu betapa keras engkau sudah
berusaha.


Ketika kau sudah menangis sekian lama
dan hatimu masih terasa pedih..

Tuhan sudah menghitung airmatamu.


Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang
menunggu sesuatu dan waktu serasa
berlalu begitu saja..

Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.


Ketika kau merasa sendirian dan teman-
temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.

Tuhan selalu berada disampingmu.


Ketika kau pikir bahwa kau sudah
mencoba segalanya dan tidak tahu

hendak berbuat apa lagi..
Tuhan punya jawabannya.


Ketika segala sesuatu menjadi tidak
masuk akal dan kau merasa tertekan..

Tuhan dapat menenangkanmu.


Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-
jejak harapan..

Tuhan sedang berbisik kepadamu.


Ketika segala sesuatu berjalan lancar
dan kau merasa ingin mengucap syukur..

Tuhan telah memberkatimu.


Ketika sesuatu yang indah terjadi dan
kau dipenuhi ketakjuban..

Tuhan telah tersenyum padamu.


Ketika kau memiliki tujuan untuk
dipenuhi dan mimpi untuk digenapi..

Tuhan sudah membuka matamu dan
memanggilmu dengan namamu.


Ingat bahwa dimanapun kau atau
kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU


*Jc LoVe YoU*

Baca Selengkapnya

Seekor Belalang

Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran dia bertanya, "Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?" Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan, "Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan."

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, traumamasa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita. Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada "sesuatu" yang mengikat kakinya, padahal "sesuatu" itu bisa jadi hanya seutas tali kecil...

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin Anda capai. Sakit memang, lelah memang, tapi jika Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan Anda akan lebih baik kalau Anda hidup dengan cara hidup pilihan Anda sendiri, bukan dengan cara yang dipilihkan orang lain untuk Anda.

KARENANYA..GROW YOUR VALUE

Baca Selengkapnya

09 June 2007

MEMAAFKAN

Ini sebuah kisah tentang 2 orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang menampar temannya.
Orang yang kena tampar merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir: "Hari ini, sahabat terbaikku menampar pipiku.”

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, namun dia berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: "Hari ini, sahabat terbaikku menyelamatkan nyawaku.”

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir dan sekarang menuliskan ini di batu?" Sambil tersenyum temannya menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa baik terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar takkan pernah bisa hilang tertiup angin."

Dalam hidup ini ada kalanya kita dan orang terdekat kita berada dalam situasi yang sulit, yang kadang menyebabkan kita mengatakan atau melakukan hal-hal yang menyakiti satu sama lain. Juga terjadinya beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum kita menyesal di kemudian hari, cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masa lalu.

Belajarlah menulis di atas pasir...

Baca Selengkapnya

08 June 2007

JAM DI SORGA

Ada serombongan manusia yang sedang menunggu
masuk di pintu sorga. Mereka dipanggil masuk satu persatu oleh pejabat malaikat yang bertugas di sana. Di dinding belakang tergantung puluhan jam dinding sebagaimana layaknya yang terlihat di bandara udara saja.
Tetapi ada perbedaannya dengan jam yang ada di dunia ini. Kalau jam di dunia menunjukkan posisi waktu yang berbeda-beda untuk berbagai kota tujuan, jam dinding di sorga juga berbeda kecepatan putarannya.

Salah seorang yang agak bingung bertanya kepada malaikat di sana mengapa hal itu terjadi. Oh itu, jam yang tergantung di sana menunjukkan tingkat kejujuran pejabat pemerintah yang ada di dunia sewaktu Anda hidup.
Sang malaikat menjelaskan, Semakin jujur pemerintahan negara Anda, jam negara Anda disini semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat pemerintah negara Anda, semakin cepat pula jalannya. Coba lihat, kata seorang yang sedang antri kepada yang lainnya, jam Philipina berputar kencang. Berarti memang benar Marcos banyak korupsi tuh.

Itu lagi, itu lagi, seru yang lainnya, Jam Kongo, negaranya Mobutu Seseseko berputar tidak kalah cepat dari jam Philipina. Mereka semua terlihat menikmati pengetahuan baru itu. Tapi mereka mencari-cari, dimana gerangan jam Indonesia. Salah seorang dari mereka memberanikan diri menanyakan kepada malaikat tadi.

Oh, jam Indonesia ..... Kami taruh dibelakang dapur. Sangat cocok dijadikan kipas angin, jawab sang malaikat

Baca Selengkapnya

TUHAN dan TUKANG CUKUR

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah mereka terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”. “Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.

“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan….untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.

Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar,kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”

Si tukang cukur tidak terima,” Kenapa anda bisa bilang begitu??”.”Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. ” Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang sendiri kepadaku.

“Cocok!”-kata si konsumen menyetujui.”Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi…orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Si tukang cukur terbengong !!!!

Baca Selengkapnya