Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

23 September 2007

"Pdt. Surahmadhadi dan Anak-anak"




".... biarkanlah anak-anak itu datang kepadaKu".


Sepertinya Tuhan Yesus pernah mengatakan kalimat itu. Dan kalimat itulah sepertinya yang sedang dilakukan oleh pendeta Surahmad Hadi di dusun rukun III, Suka Makmur, Kec. Putri Hijau, Bengkulu Utara, bersama anak-anak yang dengan sukacita bermain, bermanja, bergembira. Sekalipun mereka tinggal di tenda-tenda seperti yang nampak di belakang itu, mereka dengan ramah menyambut kehadiran Pak Rahmad dengan sukacita dan senyum manis.



Sebagai tim assesment paling awal yang ditugasi MPS untuk masuk pada daerah-daerah terparah akibat Gempa Bengkulu 12 September lalu, pak Rahmat, yang belum sempat membawa ganti baju karena sedang lewat saja dikantor sinode, menetapkan hati untuk berangkat dan memilih dusun rukun tiga sebagai base-camp untuk mendampingi masyarakat disitu melakukan recovery.



Tanpa bekal yang memadahi, dia hanya menyediakan hati yang penuh dengan empati dan solidaritas pada yang sedang menderita, pak rahmad bersama calon pendeta Tulus Silitonga sehari-harinya mengusahakan agar di tengah-tengah masyarakat korban bencana terdapat komunitas-komunitas yang mengusahakan kehidupan yang manusiawi.



Hanya dengan kebersamaan seluruh komunitas, dengan kesediaan berbagi, dengan tekad bahwa bencana perlu dihadapi dan tidak sekedar diratapi sembari merendahkan harga diri, komunitas (kelompok masyarakat) semakin diyakinkan bahwa Tuhan ada di antara mereka, menderita bersama mereka, dan berusaha bersama dengan mereka memaknai kehidupan. (Tatok)

Baca Selengkapnya

Bencana Setelah Gempa


Bencana 7,9 sr yang terjadi di Bengkulu memang telah meluluhlantakkan ribuan rumah dan banyak bangunan. Suasana pilu terjadi dimana-mana. Kondisi menyedihkan itu telah juga mengundang simpati masyarakat luas. Bukan hanya masyarakat Indonesia, melainkan juga masyarakat internasional.

Tetapi karena ketidakjelasan informasi mengenai mekanisme distribusi bantuan, pada hari ke 3 di beberapa tempat distribusi bantuan terjadi keributan, dan bahkan penjarahan.

Peristiwa keributan dan penjarahan itu memberi kesan sekilas seolah-olah masyarakat Indonesia brutal dan kalap. Padahal jika dicermati dengan hati jernih, yang menjadi sumber keributan dan penjarahan itu adalah karena korban tidak mendapatkan kepastian apakah mereka akan menerima bantuan atau tidak. Dan jika mereka akan mendapatkan, bantuan itu akan disalurkan dengan cara apa dan jumlah seberapa. Berbagai ketidakpastian inilah yang sebenarnya menjadi pemicu perilaku kalap dari korban bencana di berbagai tempat.

Untuk menghindari kasus-kasus seperti kerusuhan dan penjarahan sebagaimana yang terjadi dimana-mana setelah bencana terjadi, pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap korban bencana harus segera merumuskan kebijakan pengelolaan bantuan dan sesegera mungkin menginformasikan kepada masyarakat korban bencana. Informasi dan kepastian ini amat sangat penting. Pengalaman menunjukkan bahwa kepastian informasi ini melebihi wujud dari bantuan itu sendiri. Sebab dalam hal lapar dan susah, kebanyakan rakyat Indonesia sudah biasa lapar dan susah sekalipun tidak terjadi bencana. Sebab bagi rakyat Indoensia, setiap hari adalah bencana. Maka tidak perlu pemerintah menambahkan bencana setelah setiap terjadi bencana. (gie)

Baca Selengkapnya

13 September 2007

POSKO TANGGAP DARURAT

Sinode GKSBS membuka POSKO TANGGAP DARURAT Gempa Bengkulu
kami melakukan koordinasi dengan pendeta Dwi Djanarto di GKSBS Bengkulu, ytbi, crwrc, YEU, dsb. Kami juga membuka rekening untuk menyalurkan bantuan di BRI Bandarjaya an. VIERDA BUDI SETIYONO rek. 0357.01.014538.50.1 dan BRI Kanca Metro an. MARJONO rek. 0130.01.021906.50.9 , BCA KCP Metro an. DWI SETYA HARYANTO rek. 1170387704

Baca Selengkapnya

28 June 2007

ADA YANG BEDA DENGAN PPR KALI INI



Pesta Pujian Rohani (PPR) Sekolah Minggu akan diadakan kembali. Kegiatan yang tetap menggabungkan dua Klasis (klasis Metro dan klasis Pugungraharjo) ini memilih tempat di GKSBS Purwodadi. Konsep yang diambil adalah tidak menekankan pada sikap "kompetitif" lagi melainkan kebersamaan dan keceriaan. makanya, acara ini juga dikemas dengan "OUTBOND" dan "MELUKIS DENGAN JARI"

TUJUAN KEGIATAN


Bagi Anak Sekolah Minggu

  • meningkatkan iman
  • saling mengenal dan mempererat persaudaraan dalam kasih
  • meningkatkan kreatifitas
  • menumbuhkan rasa percaya diri
  • melath tanggungjawab dan kedisiplinan
  • melatih jiwa kepemimpinan
Bagi Guru Sekolah Minggu
  • ajang study banding untuk pelayanan anak
  • tempat sharing pengalaman, metode mengajar dan melayani anak
  • membangkitkan semangat dalam melayani anak
  • jika Tuhan berkenan, akan mempertemukan pendamping hidup bagi pendamping anak yang masih single
Waktu Pelaksanaan
3 - 5 Juli 2007, bertempat di GKSBS Purwodadi 19A.

BENTUK KEGIATAN
  1. Edukasi (pendidikan)
  2. Kebersamaan
  3. Hiburan (rekreatsi)
  4. Perlombaan yang bersifat pembelajaran, kebersamaan, rekreatif dan aspiratif. BUKAN KOMPETISI..!!!
Tiap peserta membayar Rp. 35.000,-
Tiap jemaat memberikan kontribusi Rp. 250.000,-
Klasis Metro dan Pugungraharjo berkontribusi Rp. 1.000.000,- / klasis

KEGIATAN INTI
  • OUTBOND
  • Apresiasi dan pengembangan talenta
  • Loba Vocal Group
  • Lomba CCA dengan model "kuis SIAPA BERANI"
  • Lomba melukis dengan jari.

Kontak person :
  • Pdt. Heri Subiantoro 081369045816
  • Pnt. Joko Lelono 081977286497
  • email ke alamat fpgksbs@telkom.net ; sinode_gksbs@yahoo.co.id


Baca Selengkapnya

23 June 2007

ZIARAH LAGI YUUUKKKK.....!!!



Salah satu perhentian dalam "ZIARAH IMAN DI BUMI" pada tahun 2007 akan berada di Yogyakarta pada tanggal 23 - 25 Nopember. Bruder Alois, prior komunitas Taize akan hadir dan memberikan renungan. beberapa inisiatip (doa, pertemuan, mengunjungi tempat harapan) sudah mengawali langkah persiapan pertemuan.

Tempat Kegiatan Kompleks Universitas Sanata Dharma, Mrican, Yogyakarta.
Peserta Ziarah diutamakan bagi kaum muda berusia 17-35 tahun. Namun terbuka juga bagi kaum dewasa dan keluarga. Para pendamping yang ingin datang dengan muda- mudi 17 tahun kebawah harus menghubungi tim persiapan.

Akomodasi di keluarga-keluarga, jemaat, paguyuban dan komunitas di Yogyakarta dan sekitarnya. kaum dewasa dan keluarga yang memerlukan akomodasi khusus harus menghubungi tim persiapan.

Biaya Partisipasi swadaya, biaya partisipasi untuk pengadaan makanan, penggandaan kertas dan pengeluaran praktis lainnya.

  • Untuk peziarah dari D.I Yogyakarta : pelajar/mahasiswa Rp. 30.000 hingga Rp. 75.000. karyawan dan karyawati/kaum dewasa Rp. 50.000 hingga Rp. 100.000
  • Untuk peziarah dari DKI Jakarta : Pelajar/mahasiswa Rp. 50.000 hingga Rp.100.000. Karyawan/karyawati/dewasa Rp. 70.000 hingga 150.000.
  • Untuk peziarah selain dari D.I.Y dan DKI silahkan menyesuaikan nominal di antara keduanya di atas.
Makanan sederhana, nasi bungkus

Informasi lengkap klik di sini

Baca Selengkapnya